Mengapa Kita Harus Bersyukur ?

24 Sep 2010

bersyukur4Pernahkah dari Anda semua pernah bertanya dalam dirinya, Mengapa Kita Harus Bersyukur ? atau Apa perlunya kita mensyukuri hidup ini ?

Mungkin kalau bukan karena Kebesaran Tuhan, hidup kita pasti akan terasa hambar. Tuhan telah menciptakan segalanya, termasuk menciptakan manusia yang sesuai dengan Rupa dan Citra Allah, itu bisa disebut sebagai puncak dari kreatifitas, yang merupakan gabungan dari dua unsur yaitu Fungsi dan Keindahan.

Baiklah sekarang kita akan mempelajari tentang Tubuh kita sebagai ciptaan NYA yang sempurna. Tubuh manusia terdiri dari air yang cukup untuk mengisi penuh 10 galon penampungan, minyak yang cukup untuk membuat berbatang-batang sabun, karbon yang cukup untuk membuat 9000 pensil, fosfor yang cukup untuk membuat 2200 kepala korek api, besi yang cukup untuk membuat pasak berukuran sedang, kalsium dan magnesium.

Lantas, dari mana manusia bisa mencukupkan diri dengan unsur-unsur yang diperlukan tubuhnya ?

Dikatakan dalam al-Quran (Q.S. Abasa, 24) bahwa hendaklah manusia merenungkan makanannya.

Setiap manusia memerlukan air, namun air yang dibutuhkan bukan hanya dari air putih yang kita minum saja, tapi bisa juga dari beberapa jenis minuman yang lebih mengundang selera seperti jus, teh, es buah, dan minuman ringan lainnya. Kemudian manusia perlu minyak yang dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang berlemak. Dan begitulah seterusnya manusia dipenuhi akan kebutuhan tubuhnya, dari makanan dan minuman yang dimakan atau diminumnya.

Oleh sebab itu, kita bisa melihat indahnya hidup ini. Segala kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh kita disediakan dari makanan dan minuman yang diperkaya dengan variasi cara meramunya yang berbeda-beda.

Letak dari kesempurnaan manusia sebagai ciptaan NYA memiliki sistem fisiologis yang berbeda dibandingkan dengan benda atau hewan. Kalau motor atau tidak mau jalan atau hidup, cukup kita mengisikan bensin atau solar, maka ia akan kembali berjalan. Begitu pula kalau binatang perlu makan, ia akan mencari rumput, dedaunan dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia yang jauh memiliki kelebihan dan keindahan dibanding dengan binatang atau benda mati lainnya.

Tuhan telah menciptakan manusia dengan desain atau tingkat fungsional yang luar biasa dengan setiap bagian tubuh yang mengalahkan semua makhluk hidup ciptaan NYA. Misalnya kita diberi dua mata agar bisa menangkap obyek tiga dimensi. Dua telinga yang bisa mendeteksi arah suara. Dua kaki, yang bisa mempertahankan keseimbangan dalam gerakan tubuhnya. Semua itu Tuhan ciptakan dengan sempurna dan indah.

Lihatlah dalam al-Quran surat (Q.S. at-Tin, 4) sungguh telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna.

Tuhan juga sudah memperhitungkan dan menyediakan ruang dan kondisi agar manusia dapat melanjutkan hidupnya. Seperti jarak bumi dari matahari yang memungkinkan berlangsungnya kehidupan di planet ini. Satu jarak saja lebih dekat antara Bumi dan matahari, bisa membuat semua mahluk hidup diatasnya akan binasa karena kepanasan, dan apabila jarak yang lebih jauh, maka semua mahluk hidup akan membeku kedinginan. Diciptakan-Nya lintasan bumi berbentuk elips dengan gravitasi yang tepat terukur, tidak bundar, agar tidak tersedot atau terpental dari matahari yang juga ikut berputar. Lalu Bulan dijadikan-Nya juga sebagai satelit bumi untuk melindunginya dari serangan komet dan sejenisnya dan menjadikan kecepatan gerak putar bumi tetap stabil. Begitu juga Diberikan-Nya bumi, gaya gravitasi yang tepat, agar ketika kita berjalan tidak melayang atau tersedot.

Lalu dengan pengaturan alam dengan hukum yang membuat manusia hidup dan menatanya setelah hukum-hukum itu diketahuinya. Hukum-hukum tersebut memungkinkan manusia terbang melintasi benua dengan pesawat, menyeberang lautan dengan kapal, berbicara dengan kerabat yang berjarak ribuan kilometer dengan telepon genggam, melintasi dua tepi sungai atau selat dengan jembatan layang, membendung air dengan bendungan besar untuk pertanian, menyiasati keterbatasan lahan dengan gedung-gedung pencakar langit. Maka semakin dalam dan luas pengetahuan manusia terhadap hukum-hukum alam, semakin merdekalah mereka.

Didalam al-Quran : Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rizky untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang”. (Q.S. Ibrahim, 32-33).

Manusia pernah merasa pesimis manakala laju pertambahan penduduk bumi yang terus bertambah, lalu bumi tidak mampu lagi menampung manusia, alam tidak lagi cukup memberi persediaan makanan, namun rasa pesimis tersebut tidak terbukti. Penduduk bumi kini diperkirakan telah lebih dari enam milyar, namun toh bumi masih layak huni dan masih tetap mampu menyediakan bahan makanan yang diperlukan. Kelaparan terjadi bukan karena sumber alam yang kurang, namun karena keserakahan sebagian manusia yang mengambil lebih dari kebutuhannya dengan mengorbankan orang lain. Tetapi Allah maha adil, semua sudah diaturnya dengan sangat sempurna.

Setelah diciptakan dan diberi lingkungan yang menjamin keberlangsungan hidupnya, manusia tidak dibiarkan hidup tanpa arah. Sang Pencipta memberinya petunjuk. Apa perlunya hidup di muka bumi ini, apa tujuannya dan kemana akan kembali. Ibarat mobil, setelah diproduksi, diisi bahan bakarnya, dipastikan layak jalan, pengemudinya diberi peta tujuan hendak pergi kemana agar tidak berputar-putar dan tersesat dijalan.

Manusia tidak selamanya hidup di dunia ini, begitu juga dengan tumbuhan atau hewan lainnya, lahir, tumbuh, mati dan selesai. Tapi Manusia diberikan arah, hidayah, petunjuk kemana mereka menuju. Visi semacam inilah yang membuat hidupnya lebih berguna, menanjak naik dari sekedar entitas fisiologis yang tidak beda dengan makhluk hidup yang lain, menjadi makhluk rasional, menanjak ke makhluk yang spiritual. Ibnu Khaldun dengan sangat cantik merunut tingkat-tingkat kehidupan dari tumbuhan tingkat rendah, tumbuhan tingkat tinggi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, manusia tingkat rendah dan manusia tingkat tinggi.

Seperti para Nabi dan Rasul yang meskipun tetap dalam kemanusiaannya, berjalan di pasar, bergaul dengan sesama manusia, namun spiritualnya bersambung dengan alam yang lebih tinggi, alam darimana wahyu datang memberi petunjuk. Wahyu yang kemudian diabadikan dalam al-Quran dan Sunnah yang menjadi sumber petunjuk bagi manusia agar hidupnya tidak berputar sia-sia, tapi bergerak memiliki visi dan tujuan, menebar amal saleh di dunia dan meraih balasan baik di akherat.

Karena tiga karunia itulah, karunia diberi hidup (nimat al-iijad), karunia diberi segala fasilitas yang menjamin keberlangsungan hidup (nimat al-imdaad), dan karunia diberi petunjuk dalam hidup agar tidak sia-sia (nimat al-huda wa ar-rasyaad), dari ketiga karunia tersebutlah, kita wajib untuk berterimakasih dan bersyukur kepada Allah atau Tuhan kita.

Semoga informasi diatas bisa menyadarkan kita akan kebesaran-NYA dan selalu bersyukur setiap saat.

Terimakasih.


TAGS Bersyukur


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post